Minggu, 14 April 2013

Pewarnaan Hapusan Darah dan Pemeriksaan Hapusan Darah

PEWARNAAN HAPUSAN DARAH
Dasar Teori : Dalam melakukan pewarnaan hapusan darah ada beberapa pewarna serta teknik pewarnaan yang dapat digunakan adalah pewarnaan Romanowsky yaitu Wright’s stain dan giemza.

1. Materi : ·         Hapusan darah yang sudah dikerjakan pada praktikum sebelumnya
                 ·         Giemza
                 ·         Minyak emersi dan mikroskop.
2.Cara Kerja :
.    Buat apusan darah.
·     Masukan/rendam atau tetesi sediaan apus darah yang kering dengan metilalkohol untuk fiksasi selama 5 menit.
·      Angkat dan keringkan di udara (kipas-kipaskan). Bila sudah kering taruh di atas rak bak pencuci, dan tetesi dengan cat Giemsa sampai merata di atas apus darah, tunggu 30 menit.
·         Sediaan dicuci dengan air mengalir dari kran atau pipet sehingga cat Giemsanya bersih.
·     Keringkan di udara bebas (kipas-kipaskan) atau biasa diisap dengan kertas tissu secara pelan dan hati-hati. Bila telah kering dapat dilihat dibawah mikroskop dengan kebesaran 1000X (apus darah ditetesi minyak imersi.





CONTOH HASIL PEMERIKSAAN 

Yang ditemukan
Normal
Hasil
Keterangan
Neutrofil
60-70%
30%
Neutropenia
Eusinofil
2-10%
30%
Eusinofilia
Limfosit
12-30%
10%
Limfositopenia
Monosit
3-10%
30%
Monositosis








                              Gambar. hasil pemeriksaan apus darah

      INTERPRETASI 
  1. Hasil dari pemeriksaan neutrofil yang dilakukan, di dapatkan jumlah neutrofil adalah 30. sedangkan standar neutrofil adalah 60-77. jadi dapat kita interpretasi anjing tersebut mengalami neutropenia.
  1. Hasil pemeriksaan eusinofil yang  didapatkan adalah 30, namun standarnya adalah 2-10. dapat diinterpretasikan mengalami eusinofilia, yang kemungkinan terinfeksi parasit.
  2. Hasil pemeriksaan limfosit yang didapatkan adalah 10, sedangkan standarnya adalah 12-30. Jadi dapat kita interpretasikan mengalami limfositosis, yang kemungkinan terinfeksi virus.

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar